Yuk Simak Perjuangan Panjang KPPN Tanjungpandan Membangun ZI Menuju WBBM

//Bangun Lima Pilar Dalam Melanjutkan Pembangunan ZI
Rd Yen Yen Nuryeni.

BELITUNG – Ternyata bukan perkara mudah meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (Kemenpan RB). Butuh perjuangan yang panjang dan konsep yang matang untuk mendapatkannya.

Sebab, setiap instansi pemerintahan/lembaga Negara harus mendapatkan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) lebih dulu. Setelah itu, baru bisa ‘naik kelas’. Itu pun tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ada proses penilaian yang harus dilalui, sebelum mereka menyandang predikat WBBM dari Kemenpan RB tersebut.

Baca juga :

Seperti di KPPN Tanjungpandan misalnya. Mereka sudah mulai melakukan pencanangan pembangunan WBK/WBBM ini sejak Bulan Februari tahun 2017. Namun untuk meraih predikat WBK dari Kemenpan RB baru terealisasi akhir tahun 2018 lalu. Bisa dibayangkan, begitu panjangnya perjuangan yang harus dilalui oleh mereka melanjutkan pembangunan ZI menuju WBBM tahun 2019.

Karena banyak sekali tantangan dan hambatan dalam perjalanan menuju pembangunan WBK/WBBM ini. Diantaranya, harus terus menerus meningkatkan inovasi dan pelayanan publik yang tidak boleh berhenti. Karena itu salah satu yang menjadi indikator. Dan juga perlu keseriusan dalam melanjutkan pembangunan Zona Integritas (ZI).

Ibaratnya kalau pun itu sudah ada saat pembangunan WBK, harus punya pembedanya. Inovasi pada saat WBK itu apa dan inovasi saat WBBM itu apa, yang tentunya harus dirasakan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan keseriusan, kokampakan dan satu persepsi didalam tim. Karena yang membangun bukan kepala kantor. Namun, yang membangun ini adalah seluruh tim.

Sehingga harus satu persepsi. Baik dari level staff, satpam, cleaning service sampai kelevel pimpinan semuanya harus punya komitmen yang sangat kuat untuk mensukseskan program tersebut. Jadi harus betul-betul saling mensupport. Walaupun disisi lain, sinergi internal bukan yang satu-satunya. Sebab, juga perlu menggandeng kerjasama kelembagaan dengan berbagai pihak.

Halaman selanjutnya