Yuk Lestarikan Dul Mulok, Pentas Drama Asal Kembiri

Kesenian Dul Mulok

Dul Mulok merupakan salah satu kesenian tradisional Kabupaten Belitung. Kesenian tradisional Dul Mulok, berupa pentas drama atau teater, berasal dari Desa Kembiri, Kecamatan Mambalong. Sumber cerita pentas drama atau teater tersebut, berasal dari syaer (syair) lama.

Syaer Siti zubaida, Syaer Juragan Budiman, Syaer Mabi dan Syaer Abdul Mulok, merupakan cikal bakal terjadinya kesenian ini. Alat-alat yang digunakan dalam kesenian Dul Mulok, gendang panjang dan piul atau lebih dikenal dengan sebutan biola.

Baca juga :

Asal mula kesenian Dul Mulok berawal dari ide seseorang yang pandai dalam Besaer, yaitu Tok Juhek. Sekitar era tahun 1940-an, beliau sangat mahir dan fasih dalam urusan bersyair. Kemudian, Tok Juhek bersama dengan saudaranya melatih para pemain. Sehingga, jadi lah kesenian drama ini.

Pada awalnya, pemain dalam drama ini sebanyak 60 orang. Pertama kali, cerita dibawakan tentang Abdul Mulok. Hingga saat ini, nama tersebut melekat, menjadi kesenian tradisional asal Desa Kembiri.

Sekarang, Kesenian Dul Mulok dipimpin Madi. Ia, melestarikan kesenian tradisional ini, dibantu Sar’ie beserta adiknya Ramdani. Dalam kesenian ini cukup banyak pengetahuan yang akan didalam. Terutama, sejarah Pulau Belitung. Sebab, kesenian tradisional Dul Mulok, mengisah hidup zaman dahulu.

Tak hanya itu, isi cerita tersebut juga bisa membuat yang menyaksikan tertawa lepas. Sebab, pemeran dalam drama ini, dengan kreatifnya memainkan syair. Sehingga, menjadi hiburan menarik, dan tak kalah dari lawakan yang biasa disiarkan di televisi-televisi.

Halaman selanjutnya