Wabup Beltim Apresiasi Langkah Imigrasi

Sambutan Wakil Bupati Beltim Burhanudin

BELITUNG TIMUR – Wakil Bupati Belitung Timur (Wabup Beltim) Burhanudin mengapresiasi langkah Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Kepulauan Bangka Belitung, khususnya Kanim Kelas II TPI Tanjungpandan. Karena, telah memberikan pemahaman mengenai Pengawasan Keimigrasian dan tugas fungsi dari Tim PORA Tahun 2019 di Wilayah Kabupaten Beltim.

Menurut Aan sapaan akrab Wabup Beltim, sosialisasi ini penting, karena di Pulau Belitung terdapat beberapa perusahaan yang memang bekerjasama dengan pihak asing. Diantaranya, dalam proses pengembangan terkait dengan investasi daerah, yang menyangkut dengan tambang, kepariwisataan dan perkebunan. Jangan sampai nanti ada masalah penyalahgunaan keimigrasian.

Baca juga :

“Untuk itu, fungsi tiga pilar di tingkat bawah, seperti Babinsa, Bhabinkamtibmas, Kepala Desa, serta di tingkat wilayahnya ada Camat bersama Kapolsek dan Danramil, perlu diberikan pemahaman Keimigrasian ini. Pengetahuan khusus ini harus disampaikan oleh ahlinya. Nah siapa yang ahlinya, yah orang Imigrasi. Karena, secara hukum maupun secara tupoksi mereka yang paham,” kata Aan.

Wabup Beltim menyebutkan, memang untuk teritorial maupun kewilayahan ada TNI/POLRI dan perangkat daerah yang paham. Namun, dalam urusan ilmu keimigrasian, bagaimana pengawasan dan penanganan orang asing, termasuk prosedural maupun dokumen apa yang harus mereka pegang, pihak imigrasi yang tahu.

“Karena itu kita sangat berterima kasih. Semoga aparatur-aparatur kita di tingkat bawah (kecamatan/desa) bisa memahami akan kegiatan ini. Sehingga, bisa buat mereka untuk dapat melaksanakan tugasnya. Kita (Pemkab) mendukung sepenuhnya, bahkan akan kita tindaklanjuti setelah pembentukan Tim PORA tingkat kecamatan dengan menggelar rapat rutin triwulan,” ungkapnya.

Aan menjelaskan, tetapi, yang akan terlibat nanti, adalah Kepolisian, TNI, Camat, serta institusi terkait lainnya yang bertugas di wilayahnya masing-masing. Sebab, tingkat pengetahuan masyarakat tentang Keimigrasian ini terbatas. Belum tentu semua orang paham, proses apa saja yang harus dilalui, ketika ingin berangkat ke Luar Negeri.

“Oleh karenanya, banyak hal pengetahuan yang belum kita dapatkan. Bagaimana sih kalau kita berkunjung ke negara orang, apa saja yang harus kita siapkan. Misalnya dalam pengurusan visa untuk keperluan umroh, kedutaan saudi menerapkan aturan untuk rekam biometrik dan ini harus diurus di Jakarta, sebab tidak ada di daerah. Pemahaman-pemahaman ini lah yang harus dijelaskan ke masyarakat. Jangan sampai nanti disalahartikan di tingkat bawah. Kenapa pelayanan Imigrasi, sampai harus ke Jakarta segala,” ujarnya.

Halaman selanjutnya