Wabup Belitung Minta Penerbangan Ke Bandung Dijaga

BELITUNG – Penerbangan Bandung-Belitung (PP) sudah dimulai. Penerbangan perdana dari tanah pasundan itu telah dilakukan dengan menggunakan Pesawat Wings Air. Pewasat tersebut berangkat dari Bandara Husein Sastranegara (Bandung) menuju Bandara H AS Hanandjoeddin Tanjungpandan, mengangkut sebanyak 49 penumpang.

Wakil Bupati (Wabup) Belitung Isyak Meirobie mengatakan, penerbangan Bandung-Belitung secara perdana sudah dimulai. Menurutnya, penerbangan tersebut cukup singkat. Dengan memakan waktu sekitar satu jam sepuluh menit, pesawat jenis ATR 72-500/600 itu sudah tiba di Negeri Laskar Pelangi. Mereka membawa sebanyak 49 penumpang dari 72 seat.

Baca juga :

“Ini cukup menggembirakan, akhirnya kita bisa menyaksikan wisatawan maupun masyarakat Belitung yang berada di Bandung menikmati sebuah penerbangan yang cukup cepat. Hanya 70 menit, mereka sudah sampai di kampung halamannya,” kata Wabup Belitung kepada dunieusaha.com, Jum’at (9/8) malam.

Politisi Partai NasDem itu menambahkan, begitu pula dengan orang Bandung, dengan cepat bisa menikmati tempat wisata yang berbeda dari yang mereka miliki. Sebab, Kabupaten Belitung mempunyai pantai dan tempat-tempat yang berbeda dengan di Lembang dan Bandung.

“Karena itu, kami akan senantiasa memperbaiki paket-paket wisata dan juga destinasi wisata yang kita milki. Supaya semakin menarik,” ujar Isyak Meirobie.

Mantan Wakil Ketua DPRD Belitung itu juga menyampaikan, dalam waktu ini pihaknya akan mengirim Dispar untuk bekerjasama dengan Dinas Pariwisata setempat. Namun, bisa juga nanti Bupati Belitung yang bekerjasama dengan Bupati Bandung Barat maupun Wali Kota Bandung. Dengan harapan dapat terjadi pertukaran komoditi. Misalnya sahang dan ikan Belitung, ‘bertukar’ dengan buah-buahan. Namun buah-buahan yang kategori tidak bisa ditanam di Belitung.

“Oleh sebab itu, penerbangan ini merupakan potensi yang harus kita jaga konsistensinya. Sebab, bukan hanya untuk perdana dan bertahan sebentar. Namun tetap bisa menjadi penerbangan yang permanen dan berkelanjutan,” harapnya. (rel)