Singgah Ke UKM Durio Yuk

//Tempat Oleh-oleh Khas Belitung
Aneka Produk UKM Durio.

Jika anda pernah jalan-jalan ke Belitung, bukan hal asing lagi mendengar kata UKM Durio. Yah, UKM Durio, merupakan salah satu usaha kecil menengah di Negeri Laskar Pelangi. UKM milik Lita Elisa ini, bergerak dalam bidang industri rumahan. Disana, pengunjung akan menemukan makanan konsumsi maupun non konsumsi.

UKM yang beralamat, Jalan Tanjung Kelayang, RT 11/006, Desa Batu Itam, Kecamatan Sijuk itu, dirintis sejak tahun 2000 lalu. Sekarang, usaha tersebut sudah berkembang menjadi salah satu pusat galeri oleh-oleh khas Belitung. Dengan omzet mencapai Rp1,5 Milyar pertahun. Penasaran, yuk simak ulasan dibawah ini :

Baca juga :

Kisah UKM Durio

Perjalanan industri rumahan satu ini berawal dari mimpi. Produksi pertama UKM Durio adalah Produk Pilus (Peletek) Durio Cumi. Awalnya, Lita yang hanya seorang lulusan SMA itu, membuat Peletek Cumi untuk konsumsi keluarga sendiri. Namun, banyaknya telur cumi di Pulau Belitung, membuatnya nekat mengembangkan usaha ini.

Sebab, membuat produk tersebut, tentu membutuhkan bahan baku dasar. Salah satunya adalah telur cumi tersebut. Dari situ, Lita mulai memasarkan hasil produk buatannya kepada warga sekitar. Tahun 2011 lalu, puncak permintaan pasar yang begitu besar. Ibu-ibu rumah tangga dilingkungan sekitar, dirangkul untuk bekerja.

Karena merasa menguntungkan, usaha tersebut mulai ditekuni dengan serius. Karena, selain menguntungkan, dapat menambah penghasilan sendiri. Disamping itu, juga meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat sekitar. Sebab, usaha yang digelutinya bisa menyerap cukup banyak tenaga kerja.

Apalagi, sekarang UKM Durio sudah mempunyai galeri sendiri. Setidaknya sudah ada 24 orang karyawan, berstatus pekerja lepas. Mereka bekerja mulai pukul 08.00 WIB-14.00 WIB. Meski demikian, saat permintaan produk tinggi, tenaga kerja bisa ditambah. Namun, disesuaikan dengan keadaan.

Juga Kembangkan Produk Lain

UKM Durio saat ini, tak hanya focus pada Produk Durio Cumi saja. Namun, mengembangkan dan memasarkan juga, hasil produksi rumah tangga lainnya. Yakni, durio kemplang, kripik pisang, kripik sukun, abon ikan dan ikan asin.

UKM milik Lita Elisa ini, juga menjual cumi asin, terasi, dan lada putih Belitong. Aneka kaos Belitong, produk kerang laut serta souvenir lainnya bisa ditemukan ditempat ini. Perlu diketahui, produk ditempat ini dapat ditemukan di daerah lain. Tentu, oleh-oleh khas Belitung dengan label yang sama. Karena, Produk UKM Durio telah menembus pasar Nasional maupun Internasional.

Strategi Penjualan

Pulau Belitung adalah bagian dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Wilayah ini merupakan salah satu daerah pesisir yang memiliki sumber daya alam melimpah. Terutama kekayaan dari sektor kelautan dan perikanan.

Selain itu, terdapat potensi keindahan panorama alam, pantai, lada dan tambang timah. Potensi ini telah dikenal sejak zaman penjajahan kolonial Belanda. Kekayaan alam tersebut membuat Pulau Belitung semakin dikenal masyarakat luas. Namun, itu pula yang memaksa masyarakat beralih ke sektor pariwisata. Apalagi sekarang Belitung masuk salah satu Destinasi Wisata Nasional.

Wisatawan domestik maupun manca negara yang berkunjung ke Pulau Belitung. Ini membuat grafik penjualan produk semakin tinggi. Sehingga, usaha pembuatan Pilus Telur Cumi harus mengikuti perkembangan pasar. Lajunya usaha berawal dari pemikiran tersebut.

Pariwisata telah membuat UKM Durio menerapkan strategi khusus dalam teknik penjualan. Mulai toko-toko souvenir, hingga ke galeri yang ada di pusat kota. Terminal maupun bandara, juga tak luput dari incaran. Akhirnya, memaksa untuk mengurus legalitas usaha. Terutama perizinan-perizinan yang diperlukan.

Untuk mempertahankan pasar diperlukan keunggulan usaha. Yaitu, dengan mempertahankan cita rasa yang khas, kemasan menarik dan harga relatif terjangkau. Sehingga, produk-produk UKM Durio diterima semua kalangan. Mulai anak-anak, remaja hingga dewasa.

Prestasi

Hasil tangan dingin seorang Lita Elisa, UKM Durio berhasil meraih banyak prestasi. UKM yang mulai digelutinya 18 tahun silam menang dalam maritme and tourism entrepreneur award wilayah sumatera. Lita menyabet Juara I kategori maritim business training di Luar Negeri, yang diadakan Bank Indonesia. Serta, mendapatkan reward ke Filipina tahun 2016 lalu.

Selang satu tahun kemudian, UKM Durio masuk nominasi terbaik Al Ahmadi tingkat Sumatera 2017. Dan, mendapatkan reward ke Malaysia dan Thailand. Ada pula prestasi saat mengikuti lomba unit pengolahan ikan (UPI). Lita memperoleh juara II kategori terbaik tingkat provinsi. Yaitu, unit usaha pengolah hasil perikanan skala kecil.

Penulis : ***
Sumber : UKM Durio