RSUD Belitung Anggap Isu Miring Soal Pelayanan Hal yang Rutin

//Penyebabnya Hanya Gara-gara Miskomunikasi
dr Hendra, SpAn

BELITUNG – Direktur RSUD dr H Marsidi Judono Kabupaten Belitung, dr Hendra, SpAn menganggap isu miring soal pelayanan rumah sakit sudah menjadi hal yang rutin. Maraknya kabar negatif tentang pelayanan RSUD, yang tersebar di media sosial (Medsos), hanya gara-gara miskomunikasi.

“Memang yang namanya rumah sakit ini kan tempat pelayanan publik. Kami, hampir setiap hari dikunjungi pasien, tidak kurang dari 400 sampai 500 orang perhari. Jumlah tersebut belum termasuk pasien rawat inap dan tamu pengunjung. Sementara, jumlah karyawan kami hanya 475 orang,” ujar dr Hendra, SpAn kepada dunieusaha.com, Senin (22/4) sore.

Baca juga :

Direktur RSUD Belitung ini menjelaskan, bentuk pelayanan publik memang ada yang bersentuhan langsung maupun tidak langsung. Sehingga, diukur dengan penilaian, memuaskan dan tidak memuaskan. Disisi lain, pelayanan juga bersentuhan dengan berbagai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang harus dijalankan oleh staf-stafnya.

“SOP itu lah yang menyebabkan ada beberapa masyarakat kita merasa puas atau tidak dengan pelayanan kami. Disampaikan lah ke Medsos. Namun, terkadang diantaranya tidak konfrmasi dulu ke kita. Dampaknya, menjadi perbincangan-perbincangan yang tidak proporsional dikalangan masyarakat kita,” kata dr Hendra, SpAn.

Ia mencontohkan, misalnya seperti baru-baru ini beredar isu, rumah sakit ambulannya tidak ada sopir. Sehingga, mencari sopir lain. Isu dalam satu informasi yang sama, niat membantu malah disuruh membayar Rp450 Ribu.

Padahal sambung dr Hendra SpAn, RSUD dr H Marsidi Judono Kabupaten Belitung menyediakan empat unit ambulan, yang masih dalam kategori layak dan bagus. Setiap ambulan punya satu sopir. Mereka bergantian di shift 24 jam.

Halaman selanjutnya