Ratekda Pimpinan BPS Se-Babel, Kejari Belitung Berikan Pemahaman Upaya Penguatan Mental Antikorupsi

BELITUNG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Belitung memberikan pemahaman upaya penguatan mental antikorupsi menuju institusi WBK/WBBM. Pemahaman tersebut diberikan Kejaksaan Negeri Belitung selaku nara sumber pada pelaksanaan Rapat Teknik Daerah (Ratekda), Pimpinan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi/Kabupaten/Kota Se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Tahun 2019.

Kasidatun Kejaksaan Negeri Belitung, Wika Hawasara, SH mengatakan, penguatan mental antikorupsi menuju institusi WBK/WBBM harus dimulai dengan perubahan pola pikir. Sehingga terbentuk budaya hukum anti korupsi dalam rangka pembangunan zona integritas WBK dan WBBM tersebut.

Baca juga :

Ratekda

“Mental antikorupsi dapat dimulai melalui perubahan pola pikir. Sebab perubahan pola pikir merupakan awal perubahan-perubahan lainnya untuk menuju kearah yang lebih baik,” kata Wika Hawasara, SH, di Hotel BW Suite Belitung, Rabu (11/12) sore.

Menurut Alumni Universitas Sriwiwijaya itu, kegiatan dan tindakan manusia biasanya berawal dari pola pikir. Oleh karena itu, perubahan pola pikir dinilai sangat penting.

“Mudah-mudahan bekal yang sudah disampaikan pada Rakerda tadi, yaitu melalui perubahan pola pikir (mindset) akan mendukung enam area perubahan dalam pembangunan zona integritas dapat menjadi rujukan. Sehingga, bisa membuat BPS semakin maju,” imbuhnya.

Tak lupa, Kasidatun Kejaksaan Negeri Belitung mengucapkan banyak terima kasih kepada BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Karena telah diperkenankan melakukan sosialisasi, sekaligus menyebarkan virus-virus pembangunan zona integritas.

Baca Halaman Selanjutnya…

Halaman Selanjutnya