Penerbitan Paspor di Kantor Imigrasi Tanjungpandan Meningkat

//Biasanya Sehari Hanya 10-15 Pemohon, Kini Melebihi Kuota
Oktya Hartari Putri.

BELITUNG – Jumlah permintaan penerbitan Paspor di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjungpandan mengalami peningkatan sepanjang Bulan September 2019. Biasanya Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjungpandan hanya kedatangan 10 hingga 15 pemohon/perhari. Kini jumlah pemohon Paspor tersebut bisa lebih 30 orang perhari.

“Sepanjang tahun 2019 ini kami telah menerbitkan sebanyak 2.152 Paspor. Secara garis besar, setiap tahun tentu mengalami peningkatan. Pada tahun 2018 misalnya, ada 3.220 paspor yang kami terbitkan. Dan ini meningkat pesat kalau kita bandingan dengan tahun 2017 lalu. Sebab, hanya 2.954 Paspor yang diterbitkan,” kata Kepala Seksi Lalu Lintas dan Izin Tinggal Keimigrasian, Oktya Hartari Putri kepada dunieusaha.com, Kamis (12/9) siang.

Baca juga :

Kepala Seksi Lalu Lintas dan Izin Tinggal Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjungpandan itu menyakini, permintaan penerbitan Paspor akan meningkat tahun ini. Alasannya, karena terdapat peningkatan pada Bulan September ini. Terhitung mulai tanggal 1 September hingga 10 September 2019, sudah ada 133 Paspor yang diterbitkan. Meski demikian ia bersyukur, sebab rata-rata permintaan terpenuhi.

Oktya Hartari Putri menambahkan, jumlah permohonan berbeda dengan penerbitan Paspor. Kalau ditambah permohonan termasuk yang prioritas angkanya bisa lebih dari itu. Namun, karena kuota yang dimiliki Kantor Imigrasi Tanjungpandan hanya 30 perhari, jadi antrian tidak bisa melebihi kuota.

Karena secara otomatis sistem membatasi sesuai kuota masing-masing kantor. Kecuali untuk permohonan prioritas yang tanpa antrian. Kalau misalnya jumlah pemohonnya melebihi kuota yang tersedia, mereka disarankan untuk mencari dihari kerja lainnya.

“Untuk bulan september mayoritas permohonan paspor adalah untuk tujuan umroh. Selain itu penyebab meningkatnya permohonan paspor juga disebabkan karena akan ada penerbangan Internasional dari Belitung-Kuala Lumpur (PP) bulan depan. Sebab, maskapai Air Asia ini kan termasuk penerbangan yang low cost. Sehingga animo masyarakat untuk keluar negeri lebih besar,” ujarnya. (rel)