Ngegas Kepercayaan Publik, Kejari Belitung Permak Gedung Kantor

“Memang selama ini ada kesan, bahwa kantor Kejaksaan merupakan tempat yang menakutkan. Padahal tidak demikian. Sebab, Kejaksaan adalah kantor pengacara Negara milik pemerintah. Artinya, lembaga hukum ini juga milik masyarakat, rumah kita bersama. Oleh karena itu, kami membuka pintu selebar-lebarnya dengan suasana senyaman mungkin,” kata Kajari Belitung Sekti Anggraini, SH, MH.

Membangun kepercayaan publik terhadap Lembaga Negara bukan perkara mudah. Pasalnya, stigma negatif terbangun di masyakarakat. Terutama, ulah oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Oleh karenanya, perlu kerja keras, kerja cerdas dan konsep yang matang untuk mengembalikan tingkat kepercayaan publik tersebut.

Baca juga :

PTSP Kejari Belitung.

Namun, semuanya butuh proses yang panjang dan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Misalnya, dalam hal pelayanan, tak cukup dengan keramahan dan kecepatan sumber daya manusia (SDM) dan mengandalkan sistem berbasis IT.

Tetapi, kesediaan fasilitas dan infrastruktur yang memadai juga diperlukan. Sehingga, tercipta suasana yang nyaman, aman, kondusif dan pengunjung betah berlama-lama.

Seperti yang dilakukan Kejari Belitung saat ini. Korps Adhyaksa Negeri Laskar Pelangi itu sedang menerapkan konsep tersebut. Namun, dengan mengedepankan budaya lokal dan desain modern.

Kajari Belitung berfoto dipintu masuk gedung utama.

Contohnya, di pintu masuk gedung utama, ada spot yang menampilkan kerajinan tradisional khas Belitong. Begitu juga di Ruang Aula, terdapat miniatur Mercusuar Pulau Lengkuas dan hamparan bebatuan.

Tak hanya itu, di kantor pengacara Negara ini memiliki ruang koordinasi dan ruang keluarga dengan desain yang modern. Ruang keluarga bukan hanya untuk menjalin silaturahmi antar sesama Jaksa.

Ruang Keluarga.

Tetapi, untuk menghilangkan kepenatan usai mengerjakan tugas-tugas Negara. Sebab, terdapat peralatan olah vocal didalamnya. Pegawai bisa menggunakan setelah jam kerja.

Begitu pula di Gedung Adhyaksa Prima, seisi ruangan dipenuhi dengan tampilan yang modern. Sehingga, pelayanan publik bisa berjalan maksimal dan sesuai yang diharapkan banyak pihak.

Beranda Zona Integritas.

Sebab, di Gedung Adhyaksa Prima ini terdapat Pelayanan Terpatu Satu Pintu (PTSP). Juga, kantor pengacara, pos pelayanan gratis bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun).

Selain itu, ada pula Beranda Zona Integritas, Ruang Tamu Terbuka, Ruang Ibu dan Anak, Poly Klinik dan Toilet Disabilitas.

Poly Klinik.

“Memang selama ini ada kesan, bahwa kantor Kejaksaan merupakan tempat yang menakutkan. Padahal tidak demikian. Sebab, Kejaksaan adalah kantor pengacara negara milik pemerintah. Artinya, lembaga hukum ini juga milik masyarakat, rumah kita bersama. Oleh karena itu, kami membuka pintu selebar-lebarnya dengan suasana senyaman mungkin,” kata Kajari Belitung Sekti Anggraini, SH, MH.

Menurut Sekti, stigma negatif yang berkembang di masyarakat tidak hanya terhadap Lembaga Hukum Negara. Namun hal sama juga terjadi di instansi pemerintahan, perusahaan milik Negara/Daerah maupun swasta. Diantaranya, soal pelayanan, infrastruktur kantor yang terkesan kurang terawat dan lain sebagainya.

Ruang Koordinasi.

“Untuk itu, kami benahi sedikit demi sedikit. Saya juga melihat, ada semangat yang sama dan mengarah kesana oleh teman-teman sesama Jaksa. Jadi inovasi ini bukan hanya dari saya saja, tetapi motivasi kita semua. Sebagai pimpinan saya hanya mengarahkannya,” tutup Sekti. (rel)