Momen Hari Kartini Penutup Tugas Sekti Anggraini sebagai Kajari Belitung

//Selama 21 Bulan Bertugas, ini Bukti Prestasi dan Kerja Nyatanya

Memperingati Hari Kartini Tahun 2019 menjadi momen penuh kenangan dan hari spesial bagi Kajari Belitung Sekti Anggraini, SH, MH. Pasalnya, Hari Kartini yang selalu diperingati setiap tanggal 21 April oleh seluruh masyarakat Indonesia, jadi detik-detik akhir masa tugasnya di Kejaksaan Negeri (Kejari) Belitung.

Wanita Kelahiran Surabaya itu bakal pindah dan mendapatkan promosi jabatan baru sebagai Asisten Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Aspidsus Kejati) Banten. Acara serah terima jabatan Kajari Belitung dari Sekti Anggraini, SH, MH, ke Ali Nurudin, SH, MH, rencananya dilakukan tanggal 24 April 2019, di Kantor Kejati Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Baca juga :

Srikandi Korps Adhyaksa ini mulai bertugas di Negeri Laskar Pelangi mulai pekan keempat Bulan Juli 2017. Pelantikan dan serah terima jabatan Kajari Belitung dari Nova Elida Saragih, SH, MH ke Sekti Anggraini SH, MH dilakukan langsung Kajati Babel Happy Hadiastuty, tanggal 25 Juli dua tahun lalu. Selama 21 bulan memimpin Kejari Belitung, ia, telah melakukan berbagai perubahan yang ramah dan edukatif.

Pekerjaan yang dilakukan Sekti Anggraini SH, MH, mulai dari menerapkan berbagai sistem informasi berbasis IT (Sistem e-Office), memberikan pemahaman hukum ke masyarakat secara gratis, dan menyulap Eks. Mess Jaksa menjadi Gedung Adhyaksa Prima yang sekaligus menjadi tempat Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kejari Belitung. Sehingga, lebih transparan dan dekat dengan masyarakat.

Dimasa kepemimpinan Sekti Anggraini SH, MH, miliaran rupiah keuangan negara terselamatkan. Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) juga melakukan berbagai kerjasama dengan instansi pemerintahan dan BUMN/BUMD. Serta, melaksanakan Rehab Gedung Kantor Kejari Belitung, yang diresmikan Kajati Babel Aditia Warman, tanggal 14 Februari 2019.

Walaupun pola pembangunan SDM dan infrastruktur tampak modern, namun tetap mengedepankan kearifan lokal setempat. Seperti membuat aplikasi sistem laporan dan administrasi berbasis IT diberinama Simpor. Teknologi Administrasi Tindak Pidana Khusus Berbasis IT dikasih nama Tarsius.

Halaman selanjutnya