Lapas Tanjungpandan Gelar Tes Urine Mendadak Bagi Pegawai dan WBP

BELITUNG – Lapas Kelas IIB Tanjungpandan melakukan tes urine kepada seluruh pegawai dan warga binaan pemasyarakatan (WBP) Terpidana Kasus Narkoba, guna mengantisipasi masuknya narkoba di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan.

Kegiatan yang dilaksanakan secara mendadak ini melalui koordinasi dengan Kepala BNNK Belitung dan Satnarkoba Polres Belitung untuk melakukan pengawalan selama berlangsungnya kegiatan.

Baca juga :

Kalapas Kelas IIB Tanjungpandan, Romiwin Hutasoit, SH, MH tampak menjadi orang pertama yang mengikuti kegiatan tes urine tersebut. Selanjutnya diikuti oleh pejabat stuktural dan seluruh petugas serta sebagian WBP yang diambil secara sampling dengan dilakukan pengawalan dari Anggota Satnarkoba Polres Belitung.

Romiwin Hutasoit, SH, MH mengatakan, kegiatan tes urine ini sebagai bentuk deteksi dini dan komitmen pemberantasan peredaran gelap Narkoba di dalam Lapas. Dalam pelaksanaannya, dari 49 orang petugas yang akan dilakukan pemeriksaan, 2 orang tidak hadir dengan keterangan 1 orang alih tugas di Kanwil Babel dan 1 orang proses usulan kepegawaian.

Kalapas menambahkan, kegiatan tes urine ini juga bagian dari keseriusan Dirjen Pemasyarakatan Irjen Pol Reynhard Silitonga dalam menanggapi kejadian di Lapas Mataram. Dimana polisi menangkap pelaku yang sedang transaksi narkoba di halaman Lapas tersebut.

Karena itu, Dirjen PAS memberikan instruksi untuk dilakukan dengan segera. Pertama adalah mengenai deteksi dini keamanan Lapas. Kedua, terkait komitmen tidak ada kata tidak untuk pemberantasan Narkoba di Lapas, yang mana sebagian banyak narapidana merupakan para pengedar Narkoba. Instruksi selanjutnya terkait sinergi petugas Lapas dengan aparat hukum lainnya seperti Polisi, TNI, Kejaksaan dan Pengadilan.

Menurut Romiwin, seluruh instruksi dari pimpinan tersebut sudah ia sampaikan untuk menjadi atensi seluruh jajaran Lapas Kelas IIB Tanjungpandan. Ia menegaskan akan menindak tegas, apabila ada jajarannya yang terlibat dalam peredaran narkoba baik didalam maupun diluar Lapas.

“Tidak akan kita tutup-tutupi. Selain proses peradilan, juga akan dilakukan proses kepegawaian dengan ancaman pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) alias Dipecat. Saya ucapkan terimakasih kepada Kepala BNNK Belitung dan Kapolres Belitung yang telah membantu jalannya test Narkoba hari ini. Bersyukur, dalam pemeriksaan hari ini hasil seluruhnya Negatif,” kata Romiwin Hutasoit, Kamis (18/6/2020). (iwan/pas)