Lapas Tanjungpandan Bakal Perpanjang Program Asimilasi Rumah bagi WBP

//Sesuai Permenkumham Nomor 32 Tahun 2020
Romiwin Hutasoit, SH, MH

BELITUNG – Lapas Kelas IIB Tanjungpandan bakal memperpanjang program Asimilasi rumah bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP), untuk mencegah dan meminimalisir terjadinya penyebaran virus corona (Covid19), khususnya di Lingkungan Lembaga Pemasyarakatan. Perpanjangan program Asimilasi ini tertuang dalam Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Permenkumham) Nomor 32 Tahun 2020.

Berdasarkan keterangan realese, Kamis (4/1/2021), sepanjang tahun 2020, Lapas Kelas IIB Tanjungpandan telah mengeluarkan SK Asimilasi Rumah bagi 129 WBP, yang terhitung mulai April sampai dengan Desember 2020. Kebijakan itu sebagai tindaklanjut Permenkumham Nomor 10 Tahun 2020, dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19.

Baca juga :

Program Asimilasi dilakukan atas dasar kemanusiaan demi mencegah penyebaran virus corona dilingkungan lapas dan rutan. Sebab, dengan kondisi lapas dan rutan yang saat ini melebihi kapasitas, tidak memungkinkan dilakukan physical distancing sebagaimana prinsip pencegahan penularan pandemik Covid-19.

Selain itu, Ditjen Pemasyarakatan juga telah melakukan penutupan kunjungan secara langsung dan menggantinya dengan kunjungan online.

Kasi Binapi Giatja Lapas Kelas IIB Tanjungpandan Heri, S.AP melalui Kasubsi Registrasi dan Bimkemas Endang Meidiansyah, S.AP menjelaskan, sejak Permenkumham Nomor 10 Tahun 2020 tersebut diberlakukan, pihaknya telah melakukan pendataan terhadap WBP sesuai aturan. Program ini terus dijalankan sampai Desember 2020 tahun lalu, sehingga berhasil mengeluarkan SK Asimilasi kepada 129 WBP.

“Namun, dari jumlah tersebut, hanya 2 orang yang masuk kategori ‘Gagal’. Karena kembali melakukan tindak pidana,” kata Kasubsi Registrasi dan Bimkemas Lapas Kelas IIB Tanjungpandan seraya menambahkan bahwa kebijakan tersebut di tahun 2021 tetap akan dilanjutkan.

Selanjutnya