Lanud ASH Komit Terapkan Seleksi Prajurit bebas KKN

BELITUNG – Pangkalan TNI AU H AS Hanandjoeddin (ASH) berkomitmen menerapkan seleksi penerimaan Prajurit TNI AU Tahun 2019 bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Komitmen tersebut dituangkan dalam Pakta Integritas. Ditandatangani langsung Danlanud ASH Letkol Pnb Akal Juang beserta jajaran Panitia Daerah, di Ruang Rapat Lanud ASH, Senin (4/4) pagi.

Penerimaan Prajurit TNI AU ini berdasarkan Surat Perintah (Sprin) Kasau Nomor Sprin/49/I/2019 dan Sprin Komandan Lanud H AS Hanandjoeddin, Nomor Sprin /23/I/2019, yang dikeluarkan tanggal 23 Januari 2019. Kegiatan ini diawali dengan pendaftaran tamtama PK TNI AU TA 2019 Gelombang 1 yang telah dibuka sejak tanggal 15 Januari hingga 5 Maret.

Baca juga :

“Kami sangat mendukung upaya Komandan Lanud H AS Hanandjoeddin. Karena telah menginisiasi penandatanganan pakta integritas oleh seluruh panitia penerimaan Prajurit TNI AU. Ini sebagai awal yang baik dalam proses mewujudkan SDM TNI yang lebih berkualitas,” kata Kadispers Lanud ASH Mayor Adm A Wahyudi.

Mayor Adm A Wahyudi menjelaskan, tujuan penandatanganan pakta integritas tersebut untuk mencetak jiwa prajurit yang profesional, handal dan loyal terhadap kesatuan. Untuk itu, diperlukan komitmen dan ketransparanan bersama sejak melakukan seleksi di daerah hingga tingkat pusat. Dan para peserta akan memiliki kesempatan yang sama dan bisa lebih mempersiapkan diri sendiri, tidak tergantung kepada orang lain.

“Kerahkan segala kemampuan dan sumber daya secara optimal untuk memperoleh hasil yang baik. Sejak proses seleksi hingga dilantik menjadi Prajurit TNI AU,” pesan Kadispers Lanud ASH kepada masyarakat yang akan mendaftar sebagai calon prajurit TNI.

Mayor Adm A Wahyudi juga berharap kepada tim seleksi penerimaan Prajurit TNI AU di Lanud ASH, harus kompeten dan profesional. Serta, sesuai dengan tugasnya masing-masing. Ia berpesan supaya dapat menjaga wibawa sebagai seorang prajurit TNI AU.

“Jangan pernah sekali-sekali melakukan hal-hal diluar kewenangannya, apalagi merusak citra kesatuan,” tandasnya. (rel)