KPPN Tanjungpandan Dipercaya Kemenag Beltim Sebagai Instansi Pemerintahan Modern

//Untuk Role Model Menuju Wilayah Bersih dari Korupsi/Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani

BELTIM – KPPN Tanjungpandan dipercaya Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belitung Timur (Beltim) sebagai role model instansi pemerintahan modern, Menuju Wilayah Bersih dari Korupsi/Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBK/WBBM).

Kepala KPPN Tanjungpandan, RD Yen Yen Nuryeni mendapat amanah sebagai narasumber kegiatan Penguatan Disiplin dan Mental Pegawai Tahun 2019, Rabu (10/7) sore. Kegiatan bertema, “Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belitung Timur Menuju WBK dan WBBM” itu, bertempat di Hotel Guest Manggar.

Bermodal predikat WBK tahun 2018 dan sekarang menuju predikat WBBM, KPPN Tanjungpandan mendorong unit kerja lain untuk melakukan hal yang sama. Khususnya, dalam upaya meningkatkan kualitas layanan kepada pengguna layanan/pemangku kepentingan melalui pembangunan Zona Integritas.

Dengan modal tersebut dan komitmen yang tinggi, RD Yen Yen Nuryeni memberikan dukungan penuh. Salah satunya, memberikan Tips Membangun Kantor Menuju WBK/WBBM. Karena, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belitung Timur, tahun ini telah mencanangkan dan sedang berproses membangun Zona Integritas.

Wanita kelahiran Bandung itu mengatakan, Pembangungan Zona Integritas menuju WBK/WBBM merupakan langkah konkret dan nyata dalam mewujudkan reformasi birokrasi. Sebab, bertujuan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas dari KKN serta peningkatan kualitas layanan publik.

“Membangun Zona Integritas bukan sekadar pemenuhan dokumen. Tetapi, membangun proses dengan merangkul seluruh pihak. Yakni, untuk melangkah bersama demi peningkatan kualitas layanan,” kata RD Yen Yen Nuryeni.

Oleh karena itu, sambung, Lulusan Universitas Indonesia ini, untuk membangun inner beauty kantor secara sistemik dan terarah, melibatkan semua pihak. Karena, dianggap penting sebagai human capital yang harus diolah. Supaya, semua potensi berubah menjadi produktivitas. Oleh sebab itu, ia tidak merasa keberatan berbagi pengalaman tentang pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM.

Halaman selanjutnya