Keren, BUMDesa Badau Sudah Punya Kebun Nanas Sendiri

//Garap Satu Hektar Lahan dengan Memberdayakan Masyarakat
//Bakal Dijadikan Sebagai Salah Satu Obyek Wisata
Kebun Nanas Bumdesa Badau.

BELITUNG – Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Mitra Sejahtera Desa Badau, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung, kini sedang tekun-tekunnya menjalankan usaha perkebunan nanas. Sebab, kebun nanas seluas satu hektar itu merupakan usaha desa yang dikelola langsung oleh Pemerintah Desa (Pemdes), dengan pola memberdayakan masyarakat.

Pilihan BUMDesa Badau menggeluti usaha perkebunan nanas di Jalan Tuk Bhatin Badau 1, tak jauh dari Kantor Desa Badau itu, bukan tanpa alasan. Karena, Desa Badau memang sudah dikenal lama sebagai salah satu daerah penghasil buah nanas di Negeri Laskar Pelangi. Ditambah lagi, buah nanasnya memiliki citra rasa yang khas. Sehingga, hasil tanaman masyarakat tersebut selalu habis terjual dipasaran.

Baca juga :

(kiri) Kades Badau Hermawan menemani salah seorang warga Jakarta, wisata di Kebun Nanas Bumdesa Badau.

“Syukur alhamdulillah, saat ini BUMDesa Badau sudah mempunyai usaha sendiri. Yaitu, kebun nanas sekitar 12.000 pohon, dengan luas lahan satu hektar,” kata Kepala Desa (Kades) Badau, Hermawan kepada dunieusaha.com, Sabtu (15/6) sore.

Menurut Hermawan, menjalankan usaha perkebunan nanas oleh BUMDesa merupakan salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Pemdes. Karena, penggarapannya masih melibatkan masyarakat sekitar, walalupun bekerja paruh waktu. Sebab, warga sekitar sudah dari dulu mempunyai kebun nanas sendiri, yang dilakukan secara turun temurun.

“Namun, sekarang sudah mulai ada pergeseran. Misal, ayahnya saat ini memiliki kebun nanas. Sementara, anak-anaknya belum tentu mau mengikuti jejak orangtuanya tersebut. Karena ingin mencoba melakukan pekerjaan lain. Seperti menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), menambang, dan lain sebagainya,” ujar Ketua Forum Masyarakat Belitung Bersatu itu.

Karena itu, kata Hermawan, Pemdes Badau melalui BUMDesa memberdayakan masyarakat sekitar membuka kebun nanas. Supaya, nanas Desa Badau yang sudah terkenal dari sejak lama itu tetap dilestarikan dan terjaga. Serta, tidak hilang begitu saja seiring berkembangnya zaman.

Halaman selanjutnya