Kejari Belitung Musnahkan 76 Jerigen dan 83 Kampil BB Miras Tanpa Izin

BELITUNG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Belitung melakukan pemusnahan barang bukti (BB) tindak pidana ringan peredaran minuman beralkohol tanpa izin di wilayah kabupaten Belitung.

Pemusnahan barang bukti minuman keras (Miras) jenis arak yang merupakan putusan Pengadilan Tanjungpandan Nomor 9/Pid.C/2020/PN Tdn, Nomor 10/Pid.C/2020/PN Tdn, Nomor 11/Pid.C/2020/PN Tdn, Nomor 12/Pid.C/2020/PN Tdn tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Belitung Sahani Saleh, Kajari Belitung, Ali Nurudin SH, MH, Kapolres Belitung AKBP Ari Mujiono, di Halaman Mako SatpolPP Kabupaten Belitung, Rabu (9/9/2020) sore.

Baca juga :

Pemusnahan barang bukti Miras yang berisi arak sebanyak 76 Jerigen 20 Liter dan 83 kantong plastik (kampil) ini juga dihadiri, Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie, Sekda Kabupaten Belitung MZ Hendra Caya, KasatpolPP Kabupaten Belitung Azhar, Kodim 0414/Belitung, Lanud H AS Hanandjoeddin, Organisasi Kepemudaan dan Ormas Islam.

Kajari Belitung mengatakan, Miras jenis arak tersebut merupakan barang bukti hasil penyidikan PPNS SatpolPP Kabupaten Belitung untuk atas nama terdakwa S Alias A, M Alias S, H Alias K dan EP Alias P.

“Keempat terdakwa ini telah disidangkan secara tindak pidana ringan dan telah memperoleh kekuatan hukum tetap,” kata Ali Nurudin SH, MH.

Oleh karenanya sambung Kajari Belitung, pihaknya selaku Jaksa penuntut umum melakukan eksekusi atas barang bukti berupa minuman keras yang diedarkan tanpa izin tersebut.

“Terdakwa juga sudah dikenai pidana berupa denda. Semuanya telah mambayar sejumlah uang antara Rp1Juta sampai dengan Rp25Juta. Jadi masing-masing dikenakan putusan denda oleh Majelis Hakim Pengedilan Negeri Tanjungpandan. Ada yang kena Rp1Juta dan ada yang kena sampai Rp25Juta. Dan tentunya (putusan) dilihat dari jumlah minuman keras yang berhasil disita,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Belitung Sahani Saleh mengatakan, ke depan tetap akan melakukan razia dan tidak akan berhenti disini saja. Apalagi seluruh elemen masyarakat termasuk organisasi kepemudaan, ormas Islam dan lain sebagainya sangat mendukung kegiatan tersebut.

“Ke depan mungkin kami juga akan memperkuat jajaran pemerintahan. Mulai dari Kades, Kadus sampai Ketua RT. Kami juga berharap Bhabinkamtibmas dan Babinsa juga termasuk dalam tim nanti,” pungkasnya. (iwan)