Kejari Belitung bersama SMP Keluarga Universal Berikan Pendidikan & Penyuluhan Hukum

//Bahas Soal Kenakalan Remaja dan Kenalkan Tupoksi Kejaksaan
//Kepala SMP Keluarga Universal Harap Kegiatan Jaksa Masuk Sekolah Dilakukan Kembali dan Menjadi Agenda Rutin

BELITUNG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Belitung bersama SMP Keluarga Universal memberikan pendidikan dan penyuluhan hukum, Kamis (10/10) pagi. Kegiatan Jaksa Masuk Sekolah untuk Siswa/Siswi SMP Keluarga Universal itu, dihadiri langsung oleh Kajari Belitung Ali Nurudin, S.H., M.H. beserta jajarannya.

Kedatangan rombongan Kajari Belitung disambut anak anak SMP Keluarga Universal dengan Tarian Sekapur Sirih Khas Pulau Belitung. Dimana dalam tarian ini penari membawa wadah yang berisi sirih. Tradisi tersebut sebagai tanda kehormatan kepada para tamunya yang datang di acara masyarakat Belitung.

Baca juga :

Materi yang disampaikan pada kegiatan Jaksa Masuk Sekolah itu adalah Juvenile Delinquency atau Kenakalan Remaja. Dengan Nara Sumber Kajari Belitung Ali Nirudin, S.H., M.H., Kasi Intel Kejari Belitung Muhamad Teguh Robby Anggoro, Jaksa Agusyahfitri, S.H., Jaksa Lukmahemdra PS dan Jaksa Dimas Praja Subroto, S.H., M.H.

Namun, Jaksa Kejari Belitung juga mengenalkan tugas, pokok dan fungsi (Tupoksi) Kejaksaan di dalam sistem peradilan ketatanegaraan di Indonesia. Pengenalan Tupoksi ini disampaikan pula dalam memberikan penyuluhan tentang hukum kepada para pelajar di Sekolah Keluarga Universal.

“Kegiatan Jaksa Masuk Sekolah kali ini menyampaikan materi hukum yang berhubungan langsung dengan masyarakat. Khususnya yang sering dijumpai oleh para pelajar. Oleh karena itu pada kesempatan tersebut kami memberikan sesi tanya jawab. Dan untuk mencairkan suasana, kita sediakan permainan yang menarik untuk mereka,” kata Kajari Belitung kepada dunieusaha.com.

Semantara itu, Kepala Sekolah SMP Keluarga Universal, Novi dalam sambutannya mengucapkan banyak terimakasih kepada Kejaksaan Belitung yang telah berkenan memberikan pendidikan dan penyuluhan kepada para anak didiknya. Karena banyak sekali saat ini dijumpai kenakalan kenakalan yang dilakukan oleh remaja. Namun, mereka tidak mengerti adanya konsekuensi hukum dari kenakalan tersebut.

Halaman selanjutnya