Kejari Batang Resmi Terapkan Layanan Drive Thru untuk Pembayaran Denda Tilang

BATANG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Batang resmi mengoperasionalkan pelayanan drive thru untuk pembayaran denda tilang bagi pelanggar lalu lintas. Layanan ini diresmikan langsung oleh Kajari Batang, Ali Nurudin, SH, MH, yang ditandai dengan pemotongan pita, di Halaman Kantor Kejari Batang, Senin (19/4/2021).

Ali Nurudin mengatakan, layanan drive thru ini merupakan salah satu inovasi Kejari Batang, demi meningkatkan dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Terlebih disuasana pandemi Covid-19 seperti sekarang, maka diperlukan pelayanan yang memperhatikan protokol kesehatan. Salah satunya seperti drive thru tilang ini.

Baca juga :

“Biasanya kan pelayanan seperti ini identik dengan antrian dan menunggu. Sehingga akan saling berdekatan. Karena itu, inovasi Drive Thru ini diharapkan bisa menjadi solusi untuk melayani dengan cepat. Sebab tanpa harus turun dari kendaraannya, warga sudah langsung dilayani oleh petugas kami yang ada diloket,” ujar Kajari Batang.

Alumni Universitas Sebelas Maret itu mengakui, penerapan layanan drive thru ini memang untuk mempermudah masyarakat. Sehingga mereka tidak lagi beranggapan ada birokrasi yang ‘berbelit-belit’. Disamping itu juga untuk meminimalisir terjadinya praktik-praktik KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme).

Sebab hanya dalam waktu kurang dari 5 menit saja, pembayaran denda tilang bagi pelanggar lalu lintas sudah selesai. Warga cukup menunjukkan bukti KTP dan denda tilang, selanjutnya petugas yang ada diloket Kejari Batang akan cepat mengambil dokumen tilang warga yang dimaksud.

“Namun kami juga masih menerima layanan manual dengan masuk dan ambil nomor antrian/daftar tunggu. Kami menerapkan dua model layanan ini untuk mempercepat layanan tilang.”

“Praktik-praktik KKN tidak akan terjadi. Terlebih Kejaksaan Negeri Batang sudah meraih predikat WBK dari KemenpanRB pada akhir tahun 2020 lalu. Sekarang terus ditingkatkan pelayanan publiknya. Kami akan berjuang meraih predikat berikutnya, yakni predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM),” tegas Ali Nurudin. (iwan//kejaribatang)