Kadispar Belitung Sebut Pekan Ekonomi Kreatif Wujud Dukungan Pemda Terhadap Kepariwisataan

//Berikan Ruang Promosi Kepada Pelaku Wisata

BELITUNG – Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Kabupaten Belitung, Hermanto menyatakan kegiatan Pekan Ekonomi Kreatif 2019 merupakan salah satu dukungan pemerintah daerah (Pemda) terhadap kepariwisataan. Sebab, secara langsung memberikan ruang promosi kepada pelaku wisata. Khususnya yang berkaitan dengan pelaku ekonomi kreatif.

“Tadikan kita sudah lihat bersama saat pembukaan, termasuk juga peninjauan stand pelaku ekonomi kreatif. Pesertanya beragam dari berbagai komunitas. Di stand misalnya, ada berbagai kuliner dan kriya. Namun, untuk kriya ini macam-macam lah. Ada kerajinan yang bersifat kayu, kaolin, bahan-bahan kain dan lain sebagainya. Begitu pula dengan kuliner ada yang sifatnya konsumsi langsung, ada yang olahan,” kata Hermanto kepada dunieusaha.com, usai acara pembukaan Pekan Ekonomi Kreatif 2019, di Pantai Wisata Tanjungpendam, Sabtu (7/8) malam.

Baca juga :

Kemudian sambung Kadispar Kabupaten Belitung, saat malam pembukaan hadir juga dari jasa pertunjukan. Jasa pertunjukan ini rata-rata berasal dari teman-teman sanggar. Komunitas-komunitas seni yang ada. Begitu pula untuk fotografi masuknya dari komunitas. Yang notabenenya, adalah peserta lomba-lomba fotografi Pesona Belitung Beach Festival kemarin.

Tujuannya, untuk memberikan kepercayaan diri kepada mereka, bahwa karya-karyanya selama ini sebenar sudah bagus. Cuma masalahnya kurang percaya diri. Sebab, tidak pernah ikut lomba tingkat nasional dan lain sebagainya. Disamping momen ini sangat bagus untuk menggerakkan ekonomi kreatif.

“Padahal karya mereka itu secara kualitas sudah bagus. Oleh karena itu kita carikan juri-juri Nasional. Dan kita bawakan juga tropy, minta dengan Pak Menteri Pariwisata. Alhamdulillah, diizinkan oleh beliau. Harapannya, kalau mereka sudah memegang Piala Menteri nanti tingkat percaya dirinya itu akan menjadi lebih baik. Namun bukan hanya itu, nanti kami juga adakan kegiatan seni musik dan film,” ujarnya.

Hermanto menjelaskan, kegiatan ekonomi kreatif ini juga ada yang lain. Seperti, live musik dan nobar film kreatif. Sebab, pihaknya sudah beberapa kali melakukan workshop film. Ia menilai, film memliliki ruang kreatif yang luar biasa, yang sebenarnya bisa mendatangkan nilai ekonomi. Sebagai contoh pada video Becangek ala Belitong, yang dimasukkan ke Youtube. Dan itu berasal dari iseng-iseng membuatnya.

Halaman selanjutnya