Ini Makna Maras Taun bagi Lusyani Suwandi

BELITUNG – Maras Taun merupakan salah satu budaya yang dimiliki Melayu Belitong. Acara ini biasanya digelar setahun sekali sebagai tanda ucapan syukur kepada sang pencipta.

Berbagai kegiatan tradisional ditampilkan dalam acara selamat kampong tersebut, selain do’a bersama. Diantaranya adalah, tarian daerah, pomotongan maupun pembagian lepat raksasa, makan bedulang dan lainnya. Tentu, akan membawa kesan sendiri bagi yang mengikutinya.

Baca juga :

Seperti yang dirasakan Lusyani Suwandi, Minggu (10/2) pagi, acara Maras Taun Dusun Aik Kalak, Desa Pelapak Pute, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung Tahun 2019.

Menurut Politisi Partai NasDem itu, banyak poin yang dapat diambil dalam acara tersebut, disamping melestarikan budaya. Diantaranya, keakraban masyarakat, semangat gotong-royong dan lainnya terlihat sangat terjaga.

“Itu lah makna terpenting yang saya lihat di acara Maras Taun Desa Pelapak Pute ini. Saya bersyukur bisa diundang ke acara ini. Apalagi ada senior kita Bapak Bupati Sahani, yang dulu di usung oleh Partai NasDem. Anggap saja saya sedang menemani beliau disini. Saya tidak akan kampanye, saya mau sampaikan beberapa hal dan nyanyikan dua lagu dangdut saja,” ujar ibu tiga anak itu sembari tersenyum.

Lusy, sapaan akrab Lusyani Suwandi mengatakan, maras taun merupakan adat Belitong yang harus terus dilestarikan.

Halaman selanjutnya