Imigrasi Berlakukan Tarif Baru Paspor

//Berdasarkan PP Nomor 28 Tahun 2019 Terdapat Beberapa Penyesuaian Tarif Jasa Keimigrasian
//Berikan Pelayanan Ramah HAM untuk Kelompok Prioritas
Shalahuddin Al Ayubi.

BELITUNG – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjungpandan sudah menerapkan pemberlakuan penurunan tarif pembuatan paspor. Sebab, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2019, tentang jenis dan tarif atas jenis penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang berlaku di Kementerian Hukum dan HAM, terdapat beberapa penyesuaian tarif jasa keimigrasian.

“Jadi biaya pembuatan paspor mengalami penurunan sebesar Rp5.000. Yaitu, dari sebelumnya sebesar Rp 355.000, sekarang menjadi Rp 350.000, tarif baru ini berlaku mulai 3 Mei 2019,” kata Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian (Kasi Tikim), Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjungpandan, Shalahuddin Al Ayubi kepada dunieusaha.com, Rabu (19/6) pagi.

Baca juga :

Namun, menurut Ayub sapaan akrab Kasi Tikim Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjungpandan, untuk biaya penggantian paspor karena hilang, mengalami kenaikan menjadi Rp1.000.000. Sementara, penggantian paspor karena rusak menjadi Rp500.000.

“Saat ini, tidak ada lagi pengenaan denda terhadap paspor hilang atau rusak yang masih berlaku. Tetapi, hanya dibedakan untuk kategori hilang dan rusaknya saja,” ucap Ayub.

Alumni Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran itu menjelaskan, misalkan dikemudian hari paspor yang dimiliki masyarakat, hilang atau rusak, pihak Imigrasi akan melakukan BAP terhadap yang bersangkutan. Tetapi, untuk kasus paspor hilang, harus melampirkan surat keterangan hilang dari kepolisian.

“Kemudian setelah proses BAP selesai, akan dilakukan penelaahan. Apakah dapat diberikan persetujuan atau tidak. Jika iya, melalui persetujuan pimpinan (Kepala Kantor), kami akan melakukan penggantian paspor tersebut,” ujar Ayub.

Halaman selanjutnya