Fraksi Partai Golkar DPRD Belitung Pinta Usulan Raperda Inisiatif Penamaan Jalan dan Fasum Lainnya Perhatikan Soal Adat, Kearifan Lokal Maupun Ciri Khas Daerah

Budy Prastiyo

BELITUNG – Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Belitung meminta penamaan jalan dan fasilitas umum (Fasum) lainnya harus memperhatikan adat, kearifan lokal ataupun ciri khas daerah, termasuk sisi administrasi masyarakat sekitar. Sebab, pemberian maupun perubahan nama jalan tersebut akan berdampak pada informasi identitas masyakarat sekitar.

Hal ini disampaikan Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Belitung, Budy Prastiyo usai Rapat Paripurna penyampaian pandangan umum terhadap usulan raperda inisiatif DPRD Kabupaten Belitung terhadap penamaan jalan dan fasilitas umum lainnya, Selasa (9/2/2021).

Baca juga :

“Aspek pelibatan masyarakat ini menurut kami harus menjadi catatan utama. Jangan sampai ada pertanyaan dikemudian hari. Misalnya, apakah dengan perubahan nama jalan ini masyarakat akan direpotkan. Diantaranya dengan perubahan dokumen identitas dan lain sebagainya,” ujarnya.

Meski demikian kata Wakil Ketua DPRD Belitung ini, Fraksi Partai Golkar menyambut baik akan raperda inisiatif tersebut. Karena daerah ini belum mempunyai peraturan yang mengatur hal tersebut. Dengan harapan, kehadiran peraturan tersebut dapat menghindari polemik diantara masyarakat dalam setiap pemberian nama jalan dan fasilitas umum lainnya.

Namun, perda ini nantinya harus mencakup kriteria yang jelas tentang penggunaan nama pahlawan nasional, maupun tokoh-tokoh masyarakat pada setiap pemberian nama jalan di Kabupaten Belitung.

“Sebab pada pasal 3 ayat 2 disebutkan penamaan jalan dapat diusulkan dari nama pahlawan tingkat nasional ataupun daerah. Berkenaan dengan itu, kami menyarankan untuk menyesuaikan dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2019 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan sebagai pedoman dalam penyusunan dan juga sebagai konsideran dalam draf raperda ini,” pesannya. (iwan)