Direktur RSUD Belitung Larang Pengunjung Merokok

Dr Hendra SpAn

BELITUNG – Direktur RSUD H Marsidi Judono, dr Hendra, SpAn mengajak masyarakat yang berkunjung ke RSUD dapat mematuhi aturan rumah sakit. Aturan ini adalah larangan merokok di dalam dan di luar gedung RSUD Kabupaten Belitung.

Larangan tersebut bukan hanya berlaku untuk warga, namun juga untuk semua pegawainya. Dr Hendra, SpAn tidak mempermasalahkan warga yang hendak merokok, asalkan di luar area RSUD H Marsidi Judono.

Baca juga :

“Kenapa ada larangan tersebut, sebab dalam undang-undang dan perda kawasan tanpa rokok (KTR) sudah dijelaskan. Bahwa area publik, seperti rumah sakit merupakan kawasan bebas asap rokok,” kata dr Hendra, SpAn, kepada dunieusaha.com, Senin (14/1) malam.

Menurut Direktur RSUD Kabupaten Belitung ini, merokok di kawasan rumah sakit bukan hanya melanggar undang-undang dan Perda KTR. Tetapi, juga melanggar aturan akreditasi. Oleh karenanya, ia berpesan, supaya warga bisa saling memahami ketika berada di RSUD.

“Sebab, bahaya asap rokok bukan hanya bagi perokok aktif, namun yang perokok pasif juga bisa kena imbasnya. Dampaknya, dapat menyebabkan penyakit infeksi paru-paru, kanker, gangguan pertumbuhan bayi, anak-anak dan ibu hamil,” ungkapnya.

Oleh karena itu, dr Hendra, SpAn berharap, agar semua pihak dapat mematuhi aturan undang-undang dan Perda KTR. Sebab, efek dari bahaya rokok banyak yang dirugikan. Yang jelas, aturan ini berlaku kepada pegawai-pegawai RSUD, tanpa terkecuali.

“Untuk sanksi sementara belum diterapkan. Hanya sebatas himbauan dan larangan secara lisan. Ke depan perlu penegakkan perda yang ada. Sehingga, bisa membuat efek jera,” tandasnya. (rel)