Dianugerahi Sebagai Duta Anti Human Trafficking 2019, Ini Yang Akan Dilakukan Artis Cantik Keira Shabira

//Usai Disematkan Selempang oleh Menteri Yohana Yembise

Artis Cantik Keira Shabira kini harus melakoni aktivitas baru sebagai Duta Anti Human Trafficking 2019. Sebab, dara kelahiran 8 Juni 1991 itu baru saja dianugerahkan sebagai Duta Anti Human Trafficking dari Yayasan Putra Nasional Indonesia, di Gedung KPAI, Jakarta Pusat, tanggal 9 Juli 2019. Penyematan selempang, dilakukan langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Yohana Yembise.

Meski tantangan untuk menanggulangi perdagangan manusia tersebut, tergolong tidak mudah dan bakal menyedot banyak waktu. Namun, tidak sama sekali akan menggangu waktunya sebagai public figure. Sebab, sebelum diangkat menjadi Duta Anti Human Trafficking, ia telah aktif diberbagai kegiatan komunitas sosial. Seperti, River Ranger Jakarta, Komunitas Taufan dan Bali Wise Foundation. Karena itu, kegiatan sosial semacam ini sudah terbiasa dilakukan disela-sela waktu luang syuting.

Baca juga :

“Yang pasti, penganugerahan ini adalah suatu kehormatan dan tantangan baru bagi saya. Terutama, dalam menjaga amanah sebagai Duta Anti Human Trafficking,” kata Keira saat dihubungi dunieusaha.com, Selasa (10/7) pagi.

Pemeran Bonita, Sinetron The East ini menjelaskan, sebagai Duta Anti Human Trafficking tahun ini, ia akan fokus mengedukasi masyarakat. Terutama, bagi warga yang tinggal di wilayah atau daerah yang kurang akan pemahaman Human Trafficking.

“Disitu, saya juga akan memberikan solusi-solusi apa saja yang baik dilakukan bagi mereka untuk mengantisipasi. Agar, lebih waspada dan bijak dalam mengambil keputusan. Sebab, kebanyakan korban yang terjebak dalam kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) adalah karena faktor sosial ekonomi,” ungkapnya.

Karena itu, Keira akan memberikan wawasan tersebut kepada masyarakat. Misalnya, peduli terhadap issue sosial yang mendunia. Sebab, sebagai public figure dan aktifis sosial, edukasi merupakan hal yang masih tabu. Terutama, bagi yang kurang pemahamannya.

Halaman selanjutnya