Curhatan Sang Fotografer di Tengah Covid-19

BELITUNG – Wabah virus corona (Covid-19) ternyata tak hanya menggerogoti sektor kesehatan dan mengubah tata cara kehidupan manusia, namun juga berimbas pada kehidupan sosial masyarakat.

Salah satu sektor yang merasakan imbas dari kehidupan sosial masyarakat tersebut adalah usaha jasa pernikahan atau wedding organizer (WO).

Baca juga :

Hariyansha, salah seorang wedding photography di Kabupaten Belitung mengatakan, semenjak pemerintah mengumumkan social distancing, isolasi dan membatasi aktivitas warga, saat itu juga ia sebagai pekerja seni hanya bisa pasrah menerima keputusan pemerintah tersebut.

“Mungkin banyak orang yang bertanya apa kaitannya antara photography/videography dengan corona. Secara langsung mungkin tidak ada kaitannya, namun dampaknya yang membuat kami gelisah,” ujar Hariyansha, Jum’at (17/4) malam.

Kata Hariyansha bukan tanpa alasan kegelisahannya tersebut. Sebab setiap aktivitas yang mengumpulkan banyak orang saat ini tidak diperbolehkan. Termasuk acara resepsi pernikahan dan berbagai event kepariwisataan.

“Karena itu, semua job kami dibatalkan pada bulan april, apalagi ditambah menyambut bulan suci ramadhan yang memang tidak acara resepsi sama sekali, akibatnya pemasukan kami 0% akibat corona ini,” ungkapnya.

Hariyansha berharap mudah-mudahan pandemi Covid-19 ini segera berakhir. Sehingga kehidupan sosial masyarakat bisa kembali seperti semula.

“Semoga badai ini cepat berlalu. Namun, sambil kita menjalani hari-hari sulit ini, teruslah menjaga kesehatan dengan mencuci tangan, jaga jarak saat beriteraksi dan menggunakan masker. Termasuk juga membersihkan kamera kita dengan alkohol supaya lebih steril, dan menghindari keramaian orang banyak,” pungkasnya. (iwan)