Cegah Pekerja Migran Indonesia Non Prosedural, Imigrasi Tanjungpandan Lakukan Sosialisasi

//Wisnu : Negara Harus Hadir Memberikan Perlindungan Terhadap Masyarakat

BELITUNG TIMUR – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjungpandan memberikan pemahaman Keimigrasian Tentang Peran Imigrasi Dalam Pencegahan Pekerja Migran Indonesia Non Prosedural kepada stakeholder Kabupaten Belitung Timur (Beltim).

Sosialisasi yang dihadiri Kadiv Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Babel Eko Budianto dan Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjungpandan Dewanto Wisnu Raharjo ini dibuka langsung oleh Wabup Beltim Burhanudin, di Hotel Oasis Manggar, Rabu (18/9) pagi.

Baca juga :

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjungpandan mengatakan, Pekerja Migran Indonesia sama dengan Tenaga Kerja Indonesia. Namun semenjak dikeluarkannya Undangan-Undang Nomor 18 Tahun 2017 Tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia nama tersebut berubah.

Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi tersebut sangat penting sekali. Supaya, tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Sebab seperti yang diketahui bersama, cukup banyak Pekerja Migran Indonesia yang mengalami penganiayaan, upah buruh tidak diberikan, paspornya ditahan dan lain sebagainya di luar negeri.

“Imigrasi punya peran penting dalam pencegahan, agar tidak terjadi hal-hal yang non prosedural. Sebab, nantinya negara harus hadir memberikan perlindungan terhadap masyarakat. Terutama bagi warga negara Indonesia yang bekerja di luar negeri,” kata Dewanto Wisnu Raharjo kepada dunieusaha.com.

Wisnu menjelaskan, salah satu bentuk pencegahan yang dapat dilakukan Imigrasi adalah menunda penerbitan Paspor. Selain itu Imigrasi juga berhak melakukan penundaan keberangkatan di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) apabila setelah dilakukan pemeriksaan ditemukan kecurigaan dan keraguan dari petugas terhadap profil calon penumpang. Semua itu dilakukan demi melindungi masyarakat itu sendiri.

Halaman selanjutnya