Benchmarking WBK/WBBM, Ini Saran Kejari Belitung untuk Lapas Tanjungpandan

BELITUNG – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Tanjungpandan, Romiwin Hutasoit, SH, MH bersama stafnya melakukan benchmarking ke Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Belitung.

Kedatangan Kalapas Kelas IIB Tanjungpandan dalam rangka benchmarking pembangunan zona integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Biroktasi Bersih dan Melayani (WBBM) di Kejari Belitung ini disambut hangat Kajari Belitung, Ali Nurudin, SH, MH, Rabu (26/2/2020) siang.

Baca juga :

Sebagai salah satu role model Satker berpredikat WBK (2018) dan WBBM (2019) dari KemenpanRB RI di Pulau Belitong, Kejari Belitung sangat mendorong komitmen Lapas Kelas IIB Tanjungpandan yang merupakan jajaran Kemenkumham RI untuk meraih perdikat WBK pada tahun ini.

“Sebagai Satker yang sudah mencapai predikat WBK dan WBBM lebih dulu, kami sangat menyambut baik kegiatan benchmarking dari teman-teman Lapas Kelas IIB Tanjungpandan ini. Dan saya juga mengapresiasi, berbagai perubahan-perubahan yang sudah dilakukan Kalapas pada saat ini. Namun, pada pertemuan tadi banyak hal yang kami bicarakan. Termasuk, sekiranya kebutuhan apa saja yang diperlukan dalam meraih predikat WBK ini,” kata Ali Nurudin, SH, MH.

Menurut Kajari Belitung, dalam pembangunan zona integritas menuju WBK itu tidak serta merta harus didukung dengan infrastruktur IT. Namun ada juga inovasi yang memang harus memasyarakatkan masyarakat, serta menjaga komitmen integritas yang kuat dari institusi/lembaga itu sendiri dan menjalan SOP dengan baik sesuai dengan prosedur yang sudah ditetapkan.

Ali Nurudin, SH, MH menjelaskan, inovasi tersebut misalnya memasang SOP dititik yang mudah dibaca masyarakat. Misalnya menyediakan ruang tunggu warga yang akan meminta pelayanan untuk besuk keluarganya yang sedang bermasalah hukum atau menjemput binaan yang telah menjalani hukuman dengan fasilitas pojok ngopi gratis. Yaitu dengan menyiapkan dispenser air dan kopi.

Baca Halaman Selanjutnya…

Halaman Selanjutnya