2019, Imigrasi Tanjungpandan Sudah Deportasi Dua WNA

Kasi Inteldakim, Kanim Kelas II TPI Tanjungpandan, Nanang Yunanto (kanan) bersama (kiri) Kakanim Kelas II TPI Tanjungpandan Dewanto Wisnu Raharjo.

BELITUNG – Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas II TPI Tanjungpandan deportasi sebanyak dua warga negara asing (WNA) selama tahun 2019. Kedua WNA tersebut sama-sama berasal Republik Rakyat Cina (RRC). Pelanggaran yang dilakukan mereka adalah melebihi batas waktu izin tinggal selama berada di Indonesia.

“Berdasarkan catatan kami, mulai Bulan Januari 2019 sampai sekarang totalnya ada dua WNA yang di deportasi. Dua orang ini sama-sama dari RRC,” kata Kasi Inteldakim, Kanim Kelas II TPI Tanjungpandan, Nanang Yunanto kepada dunieusaha.com, Selasa (16/4) sore.

Baca juga :

Nanang menjelaskan, tindakan pemulangan dua WNA ke Negara asalnya dilakukan, lantaran melebihi batas waktu tinggal dan tidak melapor. Misalnya, izin awal yang diberikan hanya 30 hari, namun hingga hari ke-36, mereka masih juga berada di Indonesia. Oleh karena itu, Imigrasi Tanjungpandan mengambil tindakan deportasi terhadap WNA tersebut dan tidak memberikan toleransi.

“Hingga saat ini, untuk kasus-kasus yang lain, tidak ada. Dan, mudah-mudahan jangan sampai ada kasus-kasus yang lain. Namun, kami tidak diam begitu saja, dan selalu bekerja dalam hal melakukan pengawasan orang asing selama mereka berada disini (Pulau Belitung),” tandasnya.

Kasi Inteldakim Kanim Kelas II TPI Tanjungpandan itu berharap, mudah-mudahan kedepannya, semua WNA dapat mematuhi dan mentaati semua peraturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia.

“Sebab, kalau mereka taat dan patuh terhadap aturan yang ada di Negara kita, tentu akan sama-sama enak. Misalnya, mereka mau jalan-jalan kemana, silahkan. Asalkan, mentaati peraturan yang ada,” tutupnya. (iwan)